DS – Kabupaten Banjarnegara dinilai sebagai Kabupaten yang Tidak Informatif. Hal ini merujuk pada hasil penilaian pemeringkatan Badan Publik tahun 2019 oleh Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah. Indikatornya  adalah Kabupaten Banjarnegara tidak divisit oleh Tim Informasi Publik karena Kuesioner Penilaian Mandiri (SAQ) nilainya tidak mencapai 60-70 atau tidak masuk kategori Cukup Informatif. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah, Indarto, Kamis (30/01) di hadapan peserta Rakor Penguatan Kelembagaan PPID di Sasana Bhakti Praja, Setda.

“Targetnya tahun 2020 mendatang Kabupaten Banjarnegara bisa divisit Tim Informasi Publik Provinsi sebagai Kabupaten yang informative. Karena itu saya minta PPID utama di tingkat Kabupaten dan PPID pembantu di masing-masing OPD untuk dapat melengkapi SAQ yang pada tahun lalu masih banyak yang belum diisi” kata Indarto.

Untuk mencukupi hal tersebut, Indarto minta PPID Utama maupun PPID pembantu meningkatkan profesionalisme pelayanan informasi pada publik. Langkahnya adalah dengan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dengan lebih baik lagi. Sehingga tahu persis mana yang merupakan informasi terbuka dan mana yang merupakan informasi dikecualikan. Termasuk juga tahu dan memahami dengan baik bagaimana standar operasional prosedur dalam mengakses informasi tersebut.

“Kalau PPID nya professional maka setiap ada permintaan informasi dapat langsung dilayani dengan cepat, lengkap, dan tidak berbelit-belit karena PPIDnya tahu dengan baik mana informasi terbuka dan mana yang dikecualikan serta bagaimana prosedur pelayanannya” kata Indarto. sualmeto.com

Sekretaris Daerah Indarto menyampaikan sambutan pada Rakor Penguatan Kelembagaan PPID di Sasana Bhakti Praja. Sekda mengajak PPID utama dan PPID Pembantu di OPD untuk meningkatkan profesionalisme agar Kabupaten Banjarnegara menjadi Kabupaten Informatif. (Dinkominfo/eKo/Jan2020)

escort istanbul kocaeli escort maltepe escort istanbul evden eve
kurtköy escort